TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
News & Entertainment

Mengapa Ada Sebutan Penyakit Hepatitis A, Hepatitis B dan Seterusnya?

  • Natasha Erika
  • Posted on : Senin, 14 Desember 2015

Mengapa Ada Sebutan Penyakit Hepatitis A, Hepatitis B dan Seterusnya?

Kita baru saja dikejutkan oleh berita mengenai belasan mahasiswa IPB yang terkena hepatitis A. Sebenarnya, apa itu hepatitis dan mengapa ada sebutan Hepatitis A, Hepatitis B, dan seterusnya?

 

Menurut WHO, hepatitis adalah kondisi peradangan hati. Peradangan ini dapat terbatas atau  berkembang menjadi fibrosis (jaringan parut), sirosis atau kanker hati.  Virus adalah penyebab paling umum  hepatitis. 

 

Baca juga: 5 Tanda Sakit Kepala Yang Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya

 

Lima jenis virus

Ada lima jenis virus hepatitis, disebut sebagai tipe A, B, C, D dan E. Kelima jenis virus ini menjadi perhatian, karena beban penyakit dan kematian yang mereka bawa, serta berpotensi menyebabkan  wabah  dan epidemi.

 

Secara khusus, jenis B dan C  menyebabkan penyakit kronis pada ratusan juta orang dan menjadi penyebab paling umum  sirosis (pengerasan) dan kanker hati.

 

Infeksi virus hepatitis dapat terjadi dengan tanpa gejala, sedikit gejala, atau dengan gejala nyata seperti  penyakit kuning (kulit dan mata menjadi kuning), urin berwarna gelap, kelelahan ekstrim, mual, muntah dan sakit perut, hilang nafsu makan dan pada hepatitis B kadang disertai sakit di persendian.

 

Baca juga: Apa itu penyakit ALS?

 

1. Virus hepatitis A (HAV)

Ada di dalam tinja orang yang terinfeksi dan paling sering ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Dalam banyak kasus ringan, penderita bisa pulih dan kemudian kebal terhadap HAV.

 

Namun, infeksi HAV  yang parah daapat mengancam kehidupan. Ada banyak orang di daerah dengan sanitasi buruk, terinfeksi virus ini. Saat ini, sudah tersedia vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah HAV.  Kita bisa menanyakan kepada dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkannya.

 

2. Virus hepatitis B (HBV)

Ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi melalui transfusi  atau produk darah yang terkena virus,  alat medis dan jarum suntik narkoba dan tato yang terkontaminasi, air mani, serta cairan tubuh lainnya.

 

HBV juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan dan  dari anggota keluarga yang terinfeksi ke  bayi atau anak usia dini. Vaksin yang aman dan efektif juga sudah tersedia untuk mencegah HBV.

 

Baca juga: 9 Virus Paling Mematikan di Dunia


3. Virus hepatitis C (HCV)

Sedangkan, sebagian besar virus hepatitis C (HCV)  ditularkan melalui paparan darah. Hal ini bisa terjadi melalui transfusi darah dan produk darah  yang terkontaminasi, jarum  atau suntikan yang terkontaminasi. Sayangnya, belum ada vaksin untuk mencegah HCV, pengadaan vaksin masih dalam tahap penelitian.

 

4. Virus hepatitis D (HDV)

Infeksi virus hepatitis D (HDV) hanya terjadi pada mereka yang terinfeksi HBV. Infeksi ganda HDV dan HBV dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius.  Tapi, vaksin hepatitis B juga memberikan perlindungan terhadap HDV.

 

5. Virus hepatitis E (HEV)

Virus hepatitis E (HEV) sebagian besar ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. HEV merupakan penyebab umum dari wabah hepatitis di negara-negara berkembang. Vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi HEV telah dikembangkan, tetapi tidak banyak tersedia.

 

Baca juga: Bahaya Yang Harus Kita Tahu Kalau Malas Ganti Pembalut Saat Menstruasi

 

(sumber: lily/health.kompas.com, foto: buzzfeed.com)

 

Penulis :

  • Natasha Erika

  • Cewek penggemar yoga ini, walau suka banget dengerin lagu-lagu The Beatles, sebenarnya juga seorang Swifty dan Directioner, lho. Hidup Tay-Tay Niall Liam Harry dan Louis! Oh iya, waktu SMA suka banget sama pelajaran sejarah! Ada yang suka juga?

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×