TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
News & Entertainment

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Keracunan Sianida

  • Astri Soeparyono
  • Posted on : Rabu, 13 Januari 2016

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Keracunan Sianida

Kematian Wayan Mirna Salihin (27) masih menjadi tanda tanya. Namun, kepolisian menduga Mirna keracunan sianida setelah meminum kopi yang mengakibatkan ia kejang-kejang, hilang kesadaran, hingga kemudian meninggal dunia. Lantas, apa itu sianida dan bagaimana reaksi tubuh jika keracunan sianida? Ini yang terjadi pada tubuh jika keracunan sianida: 

(foto: lanzerel.tumblr.com)

 

(Baca juga: Kronologi Seorang Wanita Yang Meninggal Usai Menyeruput Es Kopi di Mal)

 

Bentuk sianida

Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, sianida adalah zat beracun yang sangat mematikan jika masuk ke dalam tubuh.

 

Sianida biasanya dalam bentuk hidrogen sianida, yaitu cairan tidak berwarna atau menjadi berwarna biru pucat pada suhu kamar.

 

"Hidrogen sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan, dan dalam dosis besar dapat sangat fatal akibatnya," ujar Tjandra, Senin (11/1/2016).

 

(Baca juga: 6 Hal Tentang Apa Itu Chiropractic Yang Perlu Kita Tahu)

 

Masuk ke dalam pembuluh darah

Dalam dosis tinggi, sianida akan sulit dikeluarkan oleh tubuh dan langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Jika sianida masuk melalui sistem pencernaan, seperti lewat makanan atau minuman, kadar tertinggi sianida akan ditemukan di hati.

 

Tjandra mengatakan, keracunan sianida tentu akan merusak sistem kardiovaskular. "Bisa terjadi peningkatan resistensi vaskuler, tekanan darah di dalam otak, sistem pernapasan, dan sistem susunan saraf pusat. Sistem endokrin biasanya juga terganggu pada keracunan kronik sianida," jelas Regional Coordinator di WHO South East Asia Regional Office itu.

 

(Baca juga: 3 Bahaya Makan dan Minum Sambil Berdiri)

 

Efeknya sangat cepat

(foto: tumblr.com)

 

Menurut Tjandra, efek keracunan sianida bisa terjadi sangat cepat atau hanya dalam hitungan menit bisa menyebabkan kematian.

 

Adapun gejala awal keracunan sianida antara lain sesak napas, sakit kepala, serta perubahan perilaku, seperti cemas, agitasi, dan gelisah. Orang yang keracunan sianida juga akan banyak keluar keringat sehingga terasa gerah, warna kulit kemerahan, tubuh melemah, hingga mengalami vertigo.

 

Tanda lainnya, ketika sianida sudah menyebabkan penekanan pada susunan saraf pusat, orang yang keracunan bisa mengalami tremor, aritmia jantung, kejang-kejang, koma, penekanan pada pusat pernapasan, gagal napas, dan detak jantung berhenti.

 

Sianida dosis rendah ditemukan dalam makanan

Tjandra mengungkapkan, sianida sebenarnya dapat ditemukan dalam dosis rendah di alam maupun produk makanan. Sianida dapat dihasilkan oleh bakteri, jamur, dan ganggang. Sianida juga terkandung dalam asap rokok, asap kendaraan bermotor, hingga asap industri tambang.

 

Namun, dalam dosis sangat rendah, sianida yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi tiosianat sehingga lebih aman dan dapat diekskresikan atau dikeluarkan dari tubuh.

 

(Baca juga: 3 Fakta Sianida, Racun Yang Diduga Menewaskan Mirna Setelah Menyeruput Es Kopi)

 

(dian/ health.kompas.com)

 

Penulis :

  • Astri Soeparyono

  • Managing Editor untuk cewekbanget.id. Percaya kalau cewek bisa dan boleh jadi apa aja yang dia mau, asal mau usaha dan kadang usaha ekstra! :*

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×