TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
Love,life & Sex Education

Mulai Sekarang, Enggak Usah Takut atau Ragu Untuk Pergi Nonton atau Makan Sendirian

  • Ifnur Hikmah
  • Posted on : Rabu, 11 Januari 2017

Pergi bareng teman memang seru, tapi pergi sendirian juga enggak salah.

Pernah enggak berada di suatu situasi ketika kita pengin menonton film yang sudah lama ditunggu-tunggu atau pengin makan di suatu tempat tapi enggak jadi karena enggak ada teman? Sebenarnya kita bisa saja pergi sendiri, tapi kok kesannya sedih banget, ya, pergi nonton atau makan sendiri?

 

“Aku awalnya enggak berani pergi nonton sendirian. Kesannya aneh aja gitu nonton kok sendirian. Suka dilihatin orang-orang. Waktu itu aku pengin nonton film SMTOWN the Stage, tapi teman-temanku enggak ada yang suka Kpop. Film itu kan cuma ditayangin dua hari doang kalau enggak salah, jadi ya harus banget nonton. Akhirnya aku belain, deh, nonton sendiri. Untungnya di bioskop ketemu sama fans SHINee yang juga nonton sendiri, akhirnya kita nonton berdua, deh.” (Arini, 17 tahun, Jakarta).

 

“Aku pernah nemenin kakakku ke mall. Dia belanja lama banget, jadi aku capek nungguin. Akhirnya aku ke Starbucks. Biasanya sih aku enggak mau makan sendiri, tapi waktu itu aku cuek aja karena aku lihat di Starbucks juga banyak yang sendiri. Akhirnya aku nungguin kakakku sambil nonton di laptop.” (Catherine, 18 tahun, Bekasi)

 

Sejujurnya, saya dulu juga paling anti pergi ke mana-mana sendiri. Enggak usah yang jauh-jauh, ke kantin sekolah waktu SMA aja ngajak teman. Kebiasaan ini sudah saya punya sejak kecil. Lebih baik enggak usah ke kantin daripada ke sana sendirian. Kalau dipikir-pikir sekarang, sebenarnya enggak ada masalah apa-apa kalau ke kantin sendirian. Tapi saya malas aja ke kantin trus ketemu kakak kelas yang segeng gitu, takut diapa-apain dan berasa enggak nyaman aja. Ke toilet pun saya selalu minta ditemenin. Tapi, ini, sih karena toilet di sekolah yang konon kabarnya berhantu, he-he.

 

Saya baru berani pergi sendiri ketika kuliah. Saat itu ada workshop menulis. Teman-teman saya enggak ada yang tertarik untuk ikut. Waktu itu, saya berpikir kalau terus mencari teman, ya saya akan rugi karena kehilangan kesempatan untuk belajar. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk pergi sendiri. Hal ini berlanjut ke kegiatan lain, hingga saat ini, saya merasa nyaman-nyaman aja saat harus nonton atau makan sendiri.

 

Pergi bersama-sama enggak terlepas dari kebiasaan masyarakat kita yang komunal, Baca penjelasannya di halaman berikut.

1 2 3

Penulis :

  • Ifnur Hikmah

  • Creative Writer untuk cewekbanget.id. Punya target membaca 100 buku dalam setahun.

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×