TULIS
ARTIKEL
 
SIGN IN | SIGN UP
Love,life & Sex Education

Bentuk Kekerasan dan Bullying Masa Orientasi Siswa di Indonesia

  • Natasha Erika
  • Posted on : Kamis, 9 Juli 2015

Bentuk Kekerasan dan Bullying Masa Orientasi Siswa di Indonesia

Masa Orientasi Siswa atau yang biasa dikenal sebagai MOS seharusnya jadi momen perkenalan dunia sekolah beserta lingkungannya. Tapi, yang terjadi di Indonesia MOS terkenal dengan kekerasan dan bullying dari senior kepada para siswa baru. Ini dia 5 bentuk kekerasan dan bullying dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) di Indonesia.

 

Baca juga: 5 Tradisi Orientasi Sekolah dan Kampus Paling Unik di Dunia

 

Pendidikan militer

Enggak jarang kita mendengar konsep MOS yang meniru pendidikan militer. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bertema militer dan bernuansa kekerasan. Terkadang, enggak pandang jenis kelamin. Sayangnya, kebanyakan panitia MOS enggak mencari tahu lebih dalam soal konsep pendidikan militer.

 

Pengamat pendidikan Jimmy Paat mengutarakan kepada Tempo, "Saya rasa mereka tidak tahu esensi pendidikan militer. Mereka tidak pernah bertanya langsung pada instruktur militer dan belum pernah tahu tujuannya. Mereka hanya meniru dari luar."

 

Baca juga: Tips Sukses Mengikuti Masa Orientasi Sekolah Atau Kuliah Tanpa Hambatan

 

Senioritas

MOS sering menjadi ajang unjuk senioritas. Tindakan kakak kelas yang termasuk bullying saat MOS antara lain menindas siswa baru secara verbal dan non verbal, mengancam siswa baru dan sebagainya.

 

Perilaku bullying seperti ini paling sering kita jumpai dalam berbagai MOS di Indonesia. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh pernah mengimbau, seperti ditulis Sinar Harapan, yang harus ditanamkan selama MOS adalah nilai-nilai kemuliaan, nilai kasih sayang dan cinta kasih kepada sesame. Tujuannya adalah mencegah terjadinya siklus kekerasan dari senior ke junior.

 

(foto: knowyourmeme.com)

 

Hukuman fisik

Ketika siswa baru melakukan kesalahan saat MOS, biasanya kita akan mendapat hukuman dari kakak senior. Tapi, hukuman yang diberikan terkadang enggak lepas dari kekerasan fisik, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Contoh: menghormati bendera ketika matahari terik sampai squat jam.

 

Seperti ditulis Tribunnews, seorang siswi SMK 1 Pandak bernama Anindya Ayu Puspita (16) kehilangan nyawa setelah dihukum squat jump oleh seniornya, Jumat (19/7/2013). Enggak diketahui dengan pasti penyebab Anindya meninggal, tetap kondisinya memang tidak baik ketika menjalani MOS.

 

Baca juga: 6 Tradisi Orientasi Sekolah di Indonesia dan Luar Negeri

 

(foto: kotaku.com)

 

Penulis :

  • Natasha Erika

  • Cewek penggemar yoga ini, walau suka banget dengerin lagu-lagu The Beatles, sebenarnya juga seorang Swifty dan Directioner, lho. Hidup Tay-Tay Niall Liam Harry dan Louis! Oh iya, waktu SMA suka banget sama pelajaran sejarah! Ada yang suka juga?

KOMENTAR KAMU :

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×